Katingan

Pemkab Katingan Pastikan Pangan Aman Selama Ramadhan Lewat Pengawasan Terpadu

6
×

Pemkab Katingan Pastikan Pangan Aman Selama Ramadhan Lewat Pengawasan Terpadu

Sebarkan artikel ini

KASONGAN – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Katingan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) melaksanakan kegiatan intensifikasi pengawasan pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut menyasar sejumlah toko besar, distributor, hingga lapak penjual takjil yang ada di wilayah Kota Kasongan.

Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan bahwa produk pangan yang beredar di masyarakat aman, layak konsumsi, serta memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Katingan yang tergabung dalam tim pengawasan terpadu.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap berbagai produk pangan yang dijual di sejumlah toko dan distributor. Pemeriksaan difokuskan pada beberapa aspek penting, di antaranya pengecekan tanggal kedaluwarsa, kondisi fisik kemasan, label produk, hingga cara penyimpanan barang yang dijual kepada konsumen.

Dari hasil pemeriksaan di beberapa titik lokasi, tim menemukan sebanyak 13 produk pangan yang telah melewati masa kedaluwarsa. Produk-produk tersebut kemudian langsung diamankan oleh tim pengawas dan diminta untuk segera ditarik dari peredaran guna mencegah potensi risiko kesehatan bagi masyarakat.

Selain melakukan penarikan produk kedaluwarsa, tim juga memberikan pembinaan serta edukasi kepada pemilik toko dan pelaku usaha agar lebih teliti dalam melakukan pengecekan masa berlaku produk sebelum dipajang atau dijual kepada konsumen.

Tidak hanya memeriksa produk pangan kemasan, tim gabungan juga melakukan pengujian terhadap makanan siap saji yang dijual oleh para pedagang takjil. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang dijual kepada masyarakat, khususnya saat menjelang waktu berbuka puasa, tidak mengandung bahan berbahaya.

Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sebanyak 30 sampel makanan takjil untuk dilakukan pengujian secara langsung di lapangan menggunakan alat uji cepat. Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil yang dilarang digunakan pada makanan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel takjil yang diperiksa tidak ditemukan mengandung bahan berbahaya, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Perwakilan tim pengawas dari BBPOM, Nur Fadila, menyampaikan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan pangan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pangan yang beredar di masyarakat aman serta memenuhi standar kesehatan.

“Pengawasan ini bertujuan melindungi masyarakat dari produk pangan yang tidak layak konsumsi, sekaligus memberikan edukasi kepada para pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan mutu pangan,” ujarnya.

Sementara itu, selaku perwakilan tim gabungan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, dr. Agnes Nissa Paulina, menyampaikan bahwa pengawasan pangan menjelang Ramadhan merupakan langkah penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Menurutnya, pada bulan Ramadhan aktivitas konsumsi masyarakat biasanya mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama untuk makanan berbuka puasa dan berbagai produk pangan lainnya.

“Pengawasan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan ketika aktivitas konsumsi pangan meningkat. Kami bersyukur dari hasil pemeriksaan sampel takjil tidak ditemukan bahan berbahaya, sehingga masyarakat dapat lebih tenang dalam memilih makanan berbuka,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, pedagang, serta pemilik toko agar senantiasa memperhatikan masa kedaluwarsa produk serta menjaga kebersihan dan kualitas makanan yang dijual kepada konsumen.

“Kami berharap para pedagang tetap menjaga kualitas dan keamanan pangan yang dijual. Sementara masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli, terutama dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan produk,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Katingan melalui tim pengawasan terpadu akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan keamanan pangan di daerah tersebut tetap terjaga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan masyarakat serta menciptakan lingkungan perdagangan pangan yang aman dan sehat, khususnya selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul fitri.

(tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *