KASONGAN – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan, menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan yang terjadi di sejumlah ruas jalan dinilai semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Sebagai salah satu kecamatan yang letaknya tidak terlalu jauh dari ibu kota Kabupaten Katingan, kondisi jalan di Pulau Malan seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Namun hingga pertengahan tahun 2026, masyarakat mengaku belum melihat adanya penanganan terhadap titik-titik kerusakan yang tersebar di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan ditemukan hampir merata di sejumlah ruas. Mulai dari jalan berlubang, permukaan aspal yang mengelupas, hingga badan jalan yang mengalami penurunan kualitas. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kerusakan jalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun membuat masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar. Pasalnya, jalan merupakan sarana vital yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat secara umum.

Warga menilai kondisi jalan saat ini justru semakin memburuk karena minimnya upaya perbaikan maupun pemeliharaan. Pada beberapa titik, lubang-lubang jalan yang cukup dalam kerap membuat pengendara harus mengurangi kecepatan secara mendadak atau bahkan berpindah jalur untuk menghindari kerusakan tersebut.
Situasi ini semakin berbahaya terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun. Genangan air yang menutupi lubang jalan membuat pengendara sulit mengidentifikasi kondisi permukaan jalan sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Di kawasan Buntut Bali yang merupakan ibu kota Kecamatan Pulau Malan, kerusakan jalan terlihat cukup mencolok. Pengguna jalan harus merasakan sensasi guncangan hampir sepanjang perjalanan akibat kondisi permukaan jalan yang tidak rata. Tidak hanya di kawasan tersebut, sejumlah ruas jalan penghubung antarwilayah di Kecamatan Pulau Malan juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kerusakan jalan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga telah menimbulkan korban kecelakaan.
“Sudah cukup lama jalan seperti ini. Banyak pengendara yang mengalami kecelakaan karena menghindari lubang atau kehilangan kendali saat melintas. Bahkan ada beberapa kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.
Untuk itu diharapkan pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan berat. Mereka menilai perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat terus ditunda mengingat tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Katingan dapat menjadikan persoalan infrastruktur jalan di Kecamatan Pulau Malan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Dengan kondisi kerusakan yang terus memburuk dan potensi risiko kecelakaan yang semakin tinggi, masyarakat menilai sudah saatnya dilakukan penanganan serius agar jalan-jalan di Kecamatan Pulau Malan dapat kembali memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Atas keluhan ini Pemerintah Kabupaten Katingan diminta agar dapat segera melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan yang ada serta mengalokasikan anggaran perbaikan secara bertahap maupun menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat.
(***)












